Latar Belakang Skripsi Tidak Nyambung dengan Rumusan Masalah
Latar belakang merupakan salah satu bagian penting dalam penyusunan skripsi karena menjadi dasar yang menjelaskan alasan suatu penelitian dilakukan. Melalui latar belakang, pembaca dapat memahami kondisi yang terjadi, masalah yang ditemukan, kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi aktual, hingga alasan peneliti memilih topik tertentu.
Namun, salah satu masalah yang cukup sering terjadi adalah latar belakang skripsi tidak nyambung dengan rumusan masalah. Kondisi ini biasanya terlihat ketika pembahasan dalam latar belakang terlalu luas, sementara rumusan masalah justru membahas hal yang berbeda. Ada pula latar belakang yang menjelaskan banyak fenomena, tetapi tidak mengarah pada pertanyaan penelitian yang dibuat.
Ketidaksesuaian tersebut dapat membuat alur penelitian menjadi kurang jelas. Padahal, latar belakang dan rumusan masalah seharusnya memiliki hubungan yang erat. Latar belakang menjelaskan alasan munculnya masalah, sedangkan rumusan masalah merumuskan masalah tersebut menjadi pertanyaan yang akan dijawab melalui penelitian.
Karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengecek keterhubungan keduanya sebelum melanjutkan ke bagian tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode, hingga pembahasan. Dengan begitu, penelitian memiliki alur yang konsisten dari awal hingga akhir.
Mengapa Latar Belakang dan Rumusan Masalah Harus Nyambung?
Latar belakang berfungsi sebagai dasar argumentasi penelitian. Bagian ini seharusnya membawa pembaca dari kondisi umum menuju masalah yang lebih spesifik. Pada bagian akhir latar belakang, pembaca idealnya sudah memahami masalah apa yang ingin diteliti dan mengapa masalah tersebut penting untuk dikaji.
Sementara itu, rumusan masalah merupakan bentuk pertanyaan yang berasal dari masalah penelitian. Oleh karena itu, rumusan masalah tidak seharusnya muncul secara tiba-tiba tanpa memiliki dasar pembahasan di dalam latar belakang.
Misalnya, sebuah penelitian membahas penggunaan media sosial untuk meningkatkan penjualan UMKM. Jika latar belakang hanya membahas perkembangan UMKM secara umum tanpa menjelaskan penggunaan media sosial, strategi pemasaran digital, atau masalah penjualan yang dihadapi, kemudian rumusan masalah justru menanyakan efektivitas Instagram terhadap peningkatan penjualan, maka terdapat ketidaksesuaian.
Latar belakang seharusnya mengarahkan pembaca menuju persoalan tersebut. Dengan demikian, rumusan masalah menjadi kesimpulan logis dari permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya.
Ciri-Ciri Latar Belakang Skripsi Tidak Nyambung
Ada beberapa tanda yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah latar belakang sudah sesuai dengan rumusan masalah. Salah satunya adalah munculnya topik baru dalam rumusan masalah yang sama sekali belum dijelaskan pada latar belakang.
Ciri lainnya adalah latar belakang membahas terlalu banyak variabel atau permasalahan, sedangkan rumusan masalah hanya mengambil satu bagian yang tidak mendapatkan penjelasan memadai. Kondisi ini membuat pembaca kesulitan memahami alasan munculnya pertanyaan penelitian.
Selain itu, ketidaksesuaian dapat terlihat ketika tujuan penelitian tidak dapat ditarik secara langsung dari rumusan masalah. Jika rumusan masalah membahas hubungan dua variabel, tetapi latar belakang hanya menjelaskan salah satu variabel, peneliti perlu memeriksa kembali alur penelitiannya.
Cara Mengecek Kesesuaian Latar Belakang dengan Rumusan Masalah
Pengecekan dapat dilakukan dengan membaca kedua bagian tersebut secara berdampingan. Jangan hanya memeriksa kesamaan kata, tetapi perhatikan hubungan antara masalah, variabel, objek, lokasi, dan tujuan penelitian.
Langkah pertama adalah menemukan masalah utama yang dijelaskan dalam latar belakang. Setelah itu, periksa apakah masalah tersebut muncul kembali dalam rumusan masalah dalam bentuk pertanyaan penelitian.
Jika latar belakang menjelaskan adanya penurunan kepuasan pelanggan akibat kualitas pelayanan, maka rumusan masalah seharusnya memiliki hubungan dengan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan. Apabila rumusan masalah justru membahas loyalitas pelanggan tanpa penjelasan sebelumnya, bagian tersebut perlu diperiksa kembali.
Langkah kedua adalah mengecek variabel penelitian. Pastikan setiap variabel yang muncul dalam rumusan masalah sudah memiliki dasar pembahasan dalam latar belakang. Variabel tidak harus dibahas dengan definisi yang sangat panjang, tetapi alasan mengapa variabel tersebut penting untuk diteliti harus terlihat.
Langkah ketiga adalah mengecek objek penelitian. Latar belakang harus memberikan konteks mengenai objek yang diteliti. Jika penelitian dilakukan pada mahasiswa sebuah universitas, organisasi tertentu, perusahaan, atau kelompok masyarakat tertentu, latar belakang sebaiknya memberikan alasan mengapa objek tersebut dipilih.
Langkah keempat adalah melihat bagian akhir latar belakang. Bagian ini biasanya menjadi jembatan menuju rumusan masalah. Jika paragraf terakhir masih membahas topik yang tidak berhubungan dengan pertanyaan penelitian, kemungkinan alurnya belum tersusun dengan baik.
Pembahasan
Untuk memastikan latar belakang dan rumusan masalah benar-benar terhubung, mahasiswa dapat menggunakan pemeriksaan sederhana berikut:
- Apakah masalah utama dalam latar belakang sama dengan masalah yang ditanyakan dalam rumusan masalah?
- Apakah seluruh variabel dalam rumusan masalah sudah memiliki dasar pembahasan di latar belakang?
- Apakah objek, lokasi, atau subjek penelitian sudah dijelaskan secara relevan?
- Apakah terdapat data atau fenomena yang mendukung munculnya masalah penelitian?
- Apakah rumusan masalah dapat menjadi pertanyaan yang logis berdasarkan uraian latar belakang?
Jika sebagian besar pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan jelas, hubungan antara kedua bagian kemungkinan sudah cukup kuat. Sebaliknya, jika rumusan masalah memunculkan variabel, objek, atau persoalan yang tidak pernah dijelaskan dalam latar belakang, struktur penelitian perlu diperbaiki.
Contoh Latar Belakang dan Rumusan Masalah yang Nyambung
Sebagai contoh, penelitian memiliki topik mengenai pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada sebuah kedai kopi.
Latar belakang dapat dimulai dengan menjelaskan perkembangan bisnis kedai kopi dan semakin tingginya persaingan. Pembahasan kemudian diarahkan pada pentingnya kualitas pelayanan dalam mempertahankan pelanggan. Setelah itu, peneliti menjelaskan kondisi yang terjadi pada objek penelitian, misalnya adanya keluhan pelanggan mengenai kecepatan pelayanan, keramahan karyawan, atau ketepatan pesanan.
Dari kondisi tersebut, muncul dugaan bahwa kualitas pelayanan berkaitan dengan tingkat kepuasan pelanggan. Peneliti kemudian dapat mengarahkan pembahasan pada pentingnya mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada objek yang dipilih.
Rumusan masalah yang dibuat kemudian dapat berupa pertanyaan mengenai apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada kedai kopi tersebut.
Alur tersebut menunjukkan hubungan yang jelas. Fenomena dijelaskan dalam latar belakang, masalah penelitian ditemukan dari fenomena tersebut, kemudian masalah dirumuskan menjadi pertanyaan penelitian.
Kesalahan yang Sering Membuat Latar Belakang Tidak Nyambung
Salah satu kesalahan umum adalah memasukkan terlalu banyak informasi yang tidak berkaitan langsung dengan penelitian. Mahasiswa terkadang berusaha membuat latar belakang terlihat panjang dengan menambahkan berbagai informasi umum. Akibatnya, inti masalah justru menjadi sulit ditemukan.
Kesalahan berikutnya adalah membuat rumusan masalah terlebih dahulu tanpa memastikan latar belakang mendukungnya. Rumusan masalah mungkin terlihat bagus secara bahasa, tetapi belum tentu memiliki dasar yang cukup dalam uraian sebelumnya.
Penggunaan data yang tidak relevan juga dapat menyebabkan masalah. Data sebaiknya digunakan untuk memperkuat fenomena yang berkaitan dengan topik penelitian. Data yang hanya berfungsi memperpanjang tulisan tetapi tidak mendukung masalah penelitian sebaiknya dikurangi.
Selain itu, perubahan fokus di tengah latar belakang dapat membuat hubungan antarbagian menjadi lemah. Misalnya, awal pembahasan berfokus pada pemasaran digital, tetapi bagian akhir tiba-tiba membahas kepuasan kerja karyawan tanpa adanya hubungan yang jelas.
Cara Memperbaiki Latar Belakang yang Tidak Nyambung
Jika ditemukan bahwa latar belakang skripsi tidak nyambung, jangan langsung mengganti seluruh bagian. Periksa terlebih dahulu bagian mana yang menyebabkan ketidaksesuaian.
Mulailah dengan menentukan inti rumusan masalah. Setelah itu, tandai setiap variabel dan konsep yang digunakan. Pastikan masing-masing memiliki pembahasan yang cukup di dalam latar belakang.
Selanjutnya, susun kembali alur dari umum ke khusus. Pembahasan dapat dimulai dari kondisi atau fenomena umum, dilanjutkan dengan kondisi yang lebih spesifik, kemudian masalah pada objek penelitian, kesenjangan yang ditemukan, dan alasan penelitian dilakukan.
Paragraf terakhir latar belakang sebaiknya mengarah langsung pada masalah penelitian. Hindari memasukkan informasi baru yang tidak akan digunakan dalam rumusan masalah atau pembahasan penelitian.
Jika setelah diperbaiki ternyata masalah utama yang dijelaskan dalam latar belakang berbeda dengan rumusan masalah, terdapat dua pilihan. Peneliti dapat menyesuaikan rumusan masalah dengan latar belakang atau memperbaiki latar belakang agar mendukung rumusan masalah. Pilihan tersebut perlu disesuaikan dengan fokus penelitian dan arahan dosen pembimbing.
Hubungan Latar Belakang, Rumusan Masalah, dan Tujuan Penelitian
Ketiga bagian tersebut sebaiknya membentuk satu alur yang berkesinambungan. Latar belakang menjelaskan mengapa penelitian perlu dilakukan. Rumusan masalah mengubah permasalahan tersebut menjadi pertanyaan penelitian. Sementara itu, tujuan penelitian menjelaskan apa yang ingin dicapai dari pertanyaan tersebut.
Sebagai contoh, jika rumusan masalah menanyakan pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan, maka tujuan penelitian seharusnya menjelaskan tujuan untuk mengetahui atau menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.
Apabila ketiganya memiliki fokus yang berbeda, penelitian dapat terlihat tidak konsisten. Oleh sebab itu, setelah memperbaiki latar belakang, mahasiswa sebaiknya tidak berhenti pada rumusan masalah saja. Periksa juga kesesuaiannya dengan tujuan penelitian, hipotesis jika ada, variabel penelitian, serta metode yang akan digunakan.
Tips Agar Latar Belakang Skripsi Lebih Fokus
Latar belakang yang baik tidak harus sangat panjang. Yang lebih penting adalah setiap paragraf memiliki fungsi dan mendukung arah penelitian. Hindari memasukkan teori secara berlebihan karena pembahasan teori secara mendalam biasanya ditempatkan pada kajian pustaka.
Gunakan data atau fakta yang relevan untuk memperkuat masalah. Kemudian jelaskan kondisi ideal dan kondisi aktual apabila penelitian membutuhkan analisis kesenjangan. Dari kesenjangan tersebut, arahkan pembahasan menuju masalah yang ingin diteliti.
Mahasiswa juga dapat menggunakan satu kalimat sederhana untuk menguji fokus tulisan: “Penelitian ini dilakukan karena terdapat masalah apa?” Jika jawabannya berbeda dengan inti rumusan masalah, berarti latar belakang masih perlu diperiksa.
Membaca kembali tulisan dari sudut pandang pembaca juga dapat membantu. Bayangkan pembaca belum mengetahui topik penelitian. Jika setelah membaca latar belakang pembaca dapat menebak dengan jelas pertanyaan penelitian yang akan muncul, alurnya sudah lebih terarah.
Kesimpulan
Latar belakang skripsi tidak nyambung dengan rumusan masalah biasanya terjadi karena fokus pembahasan berubah, variabel tidak dijelaskan, objek penelitian tidak memiliki konteks yang cukup, atau rumusan masalah muncul tanpa dasar yang kuat.
Cara mengeceknya dapat dilakukan dengan membandingkan masalah utama, variabel, objek, data pendukung, dan arah pembahasan pada kedua bagian tersebut. Pastikan rumusan masalah menjadi pertanyaan yang logis dari permasalahan yang telah dijelaskan dalam latar belakang.
Latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian pada dasarnya harus membentuk satu alur. Ketika hubungan tersebut konsisten, penelitian akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan ke bagian berikutnya. Karena itu, sebelum melanjutkan penulisan skripsi, luangkan waktu untuk memastikan setiap bagian benar-benar memiliki hubungan yang jelas.
Related posts:
- Jasa Disertasi Kabupaten Batanghari Akademia.co.id hadir untuk membantu mahasiswa doktoral di Kabupaten Seluma yang...
- Jasa Disertasi Kota Bandar Lampung Menyusun disertasi adalah proses yang menantang bagi mahasiswa pascasarjana, dan...
- Paradigma Penelitian Kualitatif: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya Paradigma penelitian kualitatif merupakan salah satu pendekatan penelitian yang banyak...
- Contoh Paradigma Penelitian Pendidikan untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Paradigma penelitian merupakan salah satu komponen penting dalam penyusunan penelitian...
- Publikasi Jurnal untuk Mahasiswa S1: Kesalahan yang Perlu Dihindari Publikasi jurnal untuk mahasiswa S1 semakin menjadi perhatian di lingkungan...
