Tidak Menemukan Masalah untuk Skripsi? Cara Menemukan Research Problem yang Tepat

Tidak Menemukan Masalah untuk Skripsi? Cara Menemukan Research Problem yang Tepat

Menentukan masalah penelitian sering menjadi salah satu tahap paling sulit dalam penyusunan skripsi. Banyak mahasiswa sudah memiliki topik yang ingin diteliti, tetapi ketika mulai membuat latar belakang, muncul kebingungan karena merasa tidak menemukan masalah yang cukup kuat untuk dijadikan dasar penelitian. Kondisi seperti ini cukup umum, terutama ketika mahasiswa memilih topik berdasarkan ketertarikan pribadi tanpa terlebih dahulu mengidentifikasi fenomena atau kesenjangan penelitian.

Situasi latar belakang skripsi tidak ada masalah sebenarnya tidak selalu berarti bahwa topik yang dipilih tidak dapat dijadikan penelitian. Bisa jadi masalahnya belum ditemukan karena mahasiswa belum melihat adanya perbedaan antara kondisi ideal dan kondisi nyata. Research problem juga tidak harus selalu berupa masalah besar yang berdampak luas. Perbedaan hasil penelitian, keterbatasan penelitian sebelumnya, perubahan kondisi, atau fenomena tertentu juga dapat menjadi dasar untuk merumuskan masalah penelitian.

Karena itu, mahasiswa perlu memahami cara menemukan research problem secara sistematis. Dengan pendekatan yang tepat, topik yang awalnya terlihat biasa saja dapat dikembangkan menjadi penelitian yang memiliki tujuan, alasan, dan kontribusi yang jelas.

Apa Itu Research Problem dalam Skripsi?

Research problem adalah persoalan, kesenjangan, atau kondisi yang menjadi alasan mengapa sebuah penelitian perlu dilakukan. Research problem menjadi dasar untuk menentukan arah penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, hingga metode yang akan digunakan.

Dalam skripsi, research problem tidak harus berarti sesuatu yang salah atau buruk. Research problem dapat muncul karena terdapat hal yang belum diketahui, belum dijelaskan, belum dibandingkan, atau belum diteliti secara mendalam.

Contohnya, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Namun, belum diketahui apakah metode tersebut memberikan hasil yang sama pada kelompok siswa dengan karakteristik tertentu. Kesenjangan tersebut dapat menjadi research problem.

Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu memaksakan adanya masalah hanya agar skripsinya terlihat penting. Yang lebih penting adalah menemukan alasan akademis yang jelas mengapa suatu topik perlu diteliti.

Mengapa Latar Belakang Skripsi Terlihat Tidak Ada Masalah?

Kesulitan menemukan masalah biasanya terjadi karena mahasiswa hanya melihat topik secara umum. Misalnya, mahasiswa ingin meneliti penggunaan media sosial pada mahasiswa. Jika hanya melihat dari permukaan, topik tersebut memang terlihat tidak memiliki masalah yang jelas.

Namun, penelitian dapat diarahkan pada pertanyaan yang lebih spesifik. Misalnya, apakah intensitas penggunaan media sosial berhubungan dengan produktivitas mahasiswa? Apakah jenis platform tertentu memberikan pengaruh yang berbeda? Apakah terdapat perbedaan perilaku berdasarkan karakteristik responden?

Dari pertanyaan tersebut mulai terlihat kemungkinan adanya kesenjangan yang dapat diteliti. Artinya, masalah penelitian sering kali bukan sesuatu yang langsung terlihat, tetapi perlu ditemukan melalui observasi, membaca penelitian terdahulu, dan membandingkan kondisi ideal dengan kondisi aktual.

Mahasiswa juga sering menganggap bahwa research problem harus berupa fenomena negatif. Padahal, penelitian dapat dilakukan untuk mengetahui hubungan, perbedaan, efektivitas, perkembangan, maupun kondisi tertentu yang belum mendapatkan penjelasan memadai.

Cara Menemukan Research Problem yang Tepat

Menemukan research problem dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana. Mahasiswa tidak perlu langsung memikirkan judul skripsi. Sebaiknya mulai dari topik yang diminati, kemudian mencari informasi yang dapat menunjukkan adanya kesenjangan penelitian.

Pertama, tentukan bidang atau topik utama yang ingin diteliti. Topik tersebut sebaiknya masih cukup luas agar mahasiswa memiliki banyak kemungkinan untuk menemukan sudut pandang penelitian.

Setelah itu, baca penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik tersebut. Perhatikan tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil penelitian, keterbatasan penelitian, dan saran penelitian selanjutnya. Bagian keterbatasan dan saran sering kali menjadi tempat yang sangat berguna untuk menemukan research problem.

Mahasiswa juga dapat membandingkan hasil beberapa penelitian. Jika terdapat penelitian yang memberikan hasil berbeda terhadap variabel atau fenomena yang sama, perbedaan tersebut dapat menjadi celah penelitian. Dari sana, mahasiswa dapat mencari alasan mengapa hasil penelitian tersebut berbeda.

Poin Penting yang Perlu Dicari Saat Membaca Penelitian Terdahulu

Saat membaca jurnal atau penelitian sebelumnya, jangan hanya membaca bagian abstrak. Fokuskan perhatian pada bagian yang dapat membantu menemukan research problem.

  1. Keterbatasan penelitian sebelumnya

Perhatikan apakah peneliti menyebutkan keterbatasan dalam objek, lokasi, jumlah responden, metode, variabel, atau periode penelitian. Keterbatasan tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan penelitian baru dengan pendekatan yang berbeda.

  1. Saran penelitian selanjutnya

Bagian saran sering memberikan petunjuk mengenai aspek yang masih perlu diteliti. Jika beberapa penelitian memberikan rekomendasi untuk menguji suatu variabel atau objek tertentu, mahasiswa dapat mengeksplorasi peluang tersebut selama masih relevan dengan bidang penelitian.

  1. Perbedaan hasil penelitian

Bandingkan hasil dari beberapa jurnal. Jika penelitian A menunjukkan adanya pengaruh, sementara penelitian B tidak menemukan pengaruh yang sama, kondisi tersebut dapat menjadi research gap yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.

  1. Perubahan kondisi atau perkembangan fenomena

Penelitian yang dilakukan beberapa tahun lalu mungkin menghasilkan temuan yang berbeda ketika diterapkan pada kondisi saat ini. Perubahan teknologi, perilaku masyarakat, kebijakan, atau lingkungan bisnis dapat menjadi alasan untuk melakukan penelitian kembali.

Jasa analisis data tugas akhir

Mencari Research Problem dari Fenomena di Lapangan

Selain membaca jurnal, mahasiswa dapat menemukan research problem melalui fenomena nyata. Observasi sederhana dapat membantu mengetahui apakah terdapat perbedaan antara kondisi yang seharusnya terjadi dan kondisi yang sebenarnya terjadi.

Misalnya, sebuah perusahaan sudah menggunakan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi kerja. Secara teori, sistem tersebut seharusnya membuat proses pekerjaan lebih cepat. Namun, berdasarkan pengamatan, masih terdapat pekerjaan yang dilakukan secara manual dan terjadi keterlambatan dalam proses tertentu.

Kondisi tersebut dapat menjadi dasar penelitian. Mahasiswa dapat mencari tahu faktor yang menyebabkan sistem belum digunakan secara optimal, tingkat penerimaan pengguna, atau hubungan penggunaan sistem dengan efisiensi pekerjaan.

Fenomena tidak harus berasal dari perusahaan besar atau organisasi terkenal. Lingkungan kampus, sekolah, UMKM, komunitas, layanan publik, maupun masyarakat sekitar dapat menjadi sumber informasi selama fenomena tersebut relevan dengan bidang penelitian.

Membandingkan Kondisi Ideal dan Kondisi Aktual

Salah satu cara paling mudah untuk menemukan masalah adalah menggunakan pendekatan kondisi ideal versus kondisi aktual.

Kondisi ideal menggambarkan bagaimana sesuatu seharusnya berjalan berdasarkan teori, standar, kebijakan, atau tujuan tertentu. Sementara kondisi aktual menunjukkan keadaan yang benar-benar terjadi di lapangan.

Jika terdapat perbedaan antara keduanya, mahasiswa dapat menyelidiki penyebab atau dampak dari perbedaan tersebut. Namun, perbedaan tersebut harus dibuktikan dengan data atau informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai contoh, sebuah layanan pelanggan diharapkan mampu memberikan respons dengan cepat. Namun, pelanggan masih mengalami waktu tunggu yang panjang. Kondisi tersebut dapat menjadi titik awal penelitian mengenai kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, efektivitas sistem, atau faktor lain yang relevan.

Jangan Memaksakan Masalah dalam Skripsi

Ketika merasa latar belakang skripsi tidak ada masalah, sebagian mahasiswa justru mencoba membuat masalah secara berlebihan. Cara tersebut sebaiknya dihindari karena dapat membuat latar belakang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Research problem harus memiliki dasar yang jelas. Jangan membuat pernyataan bahwa suatu sistem tidak efektif, mahasiswa tidak puas, atau perusahaan mengalami masalah jika belum memiliki data yang mendukung pernyataan tersebut.

Penelitian yang baik tidak harus dimulai dari masalah yang dramatis. Masalah sederhana tetapi spesifik dan dapat diteliti justru dapat menghasilkan penelitian yang lebih terarah.

Misalnya, daripada mengatakan bahwa “penggunaan teknologi menyebabkan mahasiswa menjadi tidak produktif”, pernyataan tersebut dapat dibuat lebih spesifik menjadi pertanyaan mengenai hubungan intensitas penggunaan teknologi tertentu dengan produktivitas mahasiswa pada kondisi tertentu.

Mengubah Research Problem Menjadi Rumusan Masalah

Setelah research problem ditemukan, langkah berikutnya adalah mengubahnya menjadi rumusan masalah. Rumusan masalah harus dibuat dalam bentuk pertanyaan penelitian yang jelas dan dapat dijawab melalui proses penelitian.

Contohnya, mahasiswa menemukan adanya perbedaan tingkat penggunaan sebuah aplikasi pembelajaran dengan hasil belajar. Research problem tersebut kemudian dapat diarahkan menjadi pertanyaan mengenai apakah penggunaan aplikasi memiliki hubungan dengan hasil belajar.

Rumusan masalah harus sesuai dengan variabel, objek, dan tujuan penelitian. Jangan sampai masalah yang ditemukan membahas satu hal, tetapi rumusan masalah justru membahas hal yang berbeda.

Kesesuaian antara research problem, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan metode menjadi bagian penting dalam penyusunan skripsi. Semakin jelas hubungan antarbagian tersebut, semakin mudah proses penelitian dilakukan.

Cara Menulis Latar Belakang Jika Masalah Tidak Terlihat

Jika mahasiswa merasa tidak memiliki masalah untuk ditulis dalam latar belakang, gunakan pola pembahasan dari umum ke khusus. Mulailah dengan menjelaskan perkembangan topik yang dipilih, kemudian tunjukkan kondisi ideal, kondisi aktual, hasil penelitian sebelumnya, dan kesenjangan yang ditemukan.

Setelah itu, jelaskan mengapa kesenjangan tersebut perlu diteliti. Hindari membuat latar belakang hanya berupa kumpulan definisi atau penjelasan teori.

Latar belakang yang baik harus membawa pembaca dari konteks umum menuju alasan spesifik mengapa penelitian dilakukan. Setiap paragraf sebaiknya memiliki hubungan logis dengan paragraf berikutnya.

Misalnya, paragraf pertama menjelaskan perkembangan suatu fenomena. Paragraf berikutnya membahas kondisi yang terjadi. Kemudian penelitian terdahulu digunakan untuk memberikan bukti. Setelah itu, mahasiswa menunjukkan bagian yang belum terjawab. Pada bagian akhir, arah penelitian dapat dijelaskan sebagai respons terhadap research problem tersebut.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mencari Research Problem

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa adalah memilih judul terlebih dahulu tanpa mengetahui masalah penelitian. Akibatnya, ketika mulai menulis latar belakang, mahasiswa kesulitan menjelaskan alasan mengapa penelitian tersebut penting.

Kesalahan lainnya adalah hanya menggunakan satu atau dua jurnal sebagai dasar. Research problem sebaiknya ditemukan dengan membandingkan beberapa sumber agar mahasiswa dapat melihat pola, perbedaan, atau keterbatasan penelitian secara lebih jelas.

Mahasiswa juga sering menganggap bahwa research gap harus selalu menghasilkan penelitian yang benar-benar berbeda. Padahal, penelitian lanjutan dapat menggunakan objek, lokasi, populasi, periode, metode, atau variabel yang berbeda selama terdapat alasan akademis yang jelas.

Selain itu, jangan mengabaikan data awal. Jika research problem berasal dari fenomena lapangan, mahasiswa perlu memastikan bahwa fenomena tersebut benar-benar terjadi sebelum menjadikannya dasar utama latar belakang.

Kesimpulan

Tidak menemukan masalah untuk skripsi bukan berarti topik penelitian harus langsung diganti. Kondisi latar belakang skripsi tidak ada masalah dapat terjadi karena research problem belum berhasil diidentifikasi secara sistematis.

Mahasiswa dapat menemukan research problem dengan membaca penelitian terdahulu, mengidentifikasi keterbatasan penelitian, membandingkan hasil jurnal, mengamati fenomena di lapangan, serta melihat perbedaan antara kondisi ideal dan kondisi aktual.

Research problem yang baik tidak harus berupa masalah besar. Yang terpenting adalah terdapat kesenjangan atau pertanyaan yang jelas, relevan, dapat diteliti, dan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan. Setelah research problem ditemukan, mahasiswa dapat mengembangkannya menjadi rumusan masalah, tujuan penelitian, dan akhirnya judul skripsi yang lebih fokus.

Dengan memahami proses tersebut, mahasiswa tidak perlu memaksakan masalah dalam skripsi. Fokuslah pada menemukan sesuatu yang belum terjawab, belum dijelaskan, atau perlu diuji kembali secara ilmiah. Dari sanalah sebuah penelitian dapat memiliki arah yang jelas dan alasan akademis yang kuat.

Open chat
Halo, apa yang bisa kami bantu?