Penelitian eksperimen merupakan salah satu metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk menguji hipotesis serta hubungan sebab-akibat. Metode ini dilakukan dengan cara mengubah satu atau beberapa variabel bebas dan mengamati pengaruhnya terhadap variabel terikat. Penelitian ini biasanya dilaksanakan dalam kondisi yang terkontrol, di mana peneliti membandingkan hasil antara kelompok yang mendapatkan perlakuan (kelompok eksperimen) dan kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan (kelompok kontrol).
Salah satu ciri utama penelitian ini adalah penerapan perlakuan pada kelompok tertentu, kemudian hasilnya dibandingkan dengan kelompok yang tidak menerima perlakuan. Peneliti juga perlu menjaga agar semua faktor lain selain variabel yang diteliti tetap stabil, sehingga hasil penelitian dapat dianggap valid dan dapat dipercaya.

Apa Saja Variabel Penelitian Eksperimen ?
Variabel penelitian eksperimen mencakup beberapa jenis, yaitu variabel terikat, variabel bebas, dan variabel perancu. Variabel sendiri merujuk pada segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi, faktor, atau tindakan yang diduga dapat mempengaruhi hasil eksperimen.
Dalam penelitian eksperimen, variabel terikat adalah variabel yang menjadi fokus tindakan atau perlakuan pada subjek penelitian. Variabel bebas adalah variabel yang dimanipulasi untuk melihat pengaruhnya terhadap variabel terikat. Sementara itu, variabel perancu adalah faktor lain yang berpotensi mempengaruhi hasil penelitian dan menyebabkan perubahan yang tidak diinginkan.
Terdapat dua jenis utama variabel dalam eksperimen, yaitu variabel eksperimental dan variabel non-eksperimental. Variabel eksperimental adalah variabel yang diberi perlakuan tertentu untuk mengamati hubungan sebab-akibat atau pengaruh dari tindakan yang dilakukan. Untuk itu, penelitian eksperimental biasanya membagi variabel eksperimental menjadi dua kelompok, yakni kelompok eksperimen yang menerima perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan atau diberikan perlakuan berbeda.
Sedangkan variabel non-eksperimental adalah variabel yang tidak sengaja menerima perlakuan tetapi tetap dapat mempengaruhi hasil eksperimen. Sebagian dari variabel non-eksperimental ini dapat dikontrol untuk kelompok eksperimen maupun kontrol, dan dikenal sebagai variabel kontrol. Namun, ada pula variabel non-eksperimental yang berada di luar kendali peneliti, disebut variabel ekstrane (extraneous variable).
Tujuan Penelitian Eksperimen
Tujuan penelitian eksperimen adalah untuk mengetahui pengaruh suatu tindakan atau perlakuan terhadap kelompok tertentu. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil kelompok yang menerima perlakuan dengan kelompok lain yang mendapat perlakuan berbeda, sehingga dapat ditemukan hubungan sebab-akibat dari suatu variabel.
Secara lebih spesifik, tujuan penelitian eksperimen mencakup pengukuran pengaruh suatu tindakan atau perlakuan terhadap variabel yang diteliti. Misalnya, dalam bidang pendidikan, penelitian ini dapat digunakan untuk menilai pengaruh metode pembelajaran berbasis pemecahan masalah terhadap prestasi belajar dan kemampuan komunikasi matematika siswa. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian eksperimen sering disebut treatment, yaitu tindakan, variasi, atau kondisi yang dinilai pengaruhnya terhadap variabel dependen. Penelitian tidak hanya mendeskripsikan tindakan yang diuji, tetapi juga mengukur seberapa signifikan pengaruh perlakuan tersebut.
Dengan demikian, semua kegiatan pengukuran, perbandingan, dan pengamatan diarahkan untuk mencapai tujuan penelitian eksperimen, yaitu memastikan apakah tindakan atau perlakuan yang diberikan memiliki pengaruh yang nyata dan signifikan terhadap variabel yang diteliti.
Karakteristik Penelitian Eksperimen
Karakteristik penelitian eksperimen mencakup beberapa aspek utama yang membedakannya dari jenis penelitian lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan sebab-akibat melalui manipulasi variabel, pengendalian faktor-faktor lain, dan observasi hasilnya. Peneliti secara sengaja memanipulasi satu atau lebih variabel independen, mengendalikan variabel lain yang tidak relevan, serta mengamati pengaruhnya terhadap variabel dependen. Biasanya, penelitian eksperimen juga melibatkan kelompok kontrol untuk dibandingkan dengan kelompok eksperimen. Beberapa aspek penting yang termasuk karakteristik penelitian eksperimen adalah:
- Manipulasi variabel: Peneliti secara aktif mengubah satu atau lebih variabel independen untuk melihat efeknya terhadap variabel dependen. Manipulasi ini dapat berupa perlakuan berbeda bagi setiap kelompok.
- Kontrol variabel: Semua faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil diupayakan tetap terkendali, sehingga perubahan yang diamati benar-benar disebabkan oleh manipulasi variabel.
- Observasi: Peneliti mengamati dan mengukur variabel dependen untuk mengetahui apakah terjadi perubahan akibat manipulasi variabel independen.
- Kelompok eksperimen dan kontrol: Sering kali terdapat dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menerima perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak menerima perlakuan, untuk memudahkan perbandingan hasil.
- Pengujian hipotesis: Penelitian dirancang untuk menguji hipotesis atau dugaan awal tentang hubungan sebab-akibat antar variabel.
Kesimpulan
Penelitian eksperimen adalah metode penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji hubungan sebab-akibat antara variabel. Penelitian ini dilakukan dengan memanipulasi variabel bebas, mengendalikan variabel lain yang tidak relevan, serta mengamati pengaruhnya terhadap variabel terikat. Biasanya melibatkan kelompok eksperimen yang menerima perlakuan dan kelompok kontrol sebagai pembanding untuk memastikan hasil yang valid dan dapat dipercaya.
Variabel dalam penelitian eksperimen meliputi variabel terikat, bebas, dan perancu, serta dibedakan menjadi variabel eksperimental dan non-eksperimental. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suatu perlakuan terhadap variabel yang diteliti dan mengukur tingkat signifikansi pengaruhnya. Karakteristik penelitian eksperimen mencakup manipulasi variabel, kontrol variabel, observasi, pembagian kelompok eksperimen dan kontrol, serta pengujian hipotesis, sehingga penelitian dapat menghasilkan temuan yang akurat dan reliabel.