Mengubah skripsi menjadi artikel jurnal merupakan langkah yang dapat dilakukan setelah menyelesaikan penelitian ilmu komunikasi. Skripsi biasanya memiliki struktur yang panjang karena harus menjelaskan proses penelitian secara lengkap. Sementara itu, artikel jurnal ditulis lebih ringkas dengan fokus utama pada masalah penelitian, metode, hasil, pembahasan, dan kontribusi penelitian.
Bagi mahasiswa ilmu komunikasi, proses skripsi komunikasi menjadi jurnal membutuhkan penyesuaian yang cukup besar. Skripsi tidak dapat sekadar dipotong atau disalin seluruhnya ke dalam format artikel. Penulis perlu memilih bagian paling penting, menyederhanakan teori, merangkum metode, serta menonjolkan temuan yang memiliki nilai akademik.
Artikel jurnal memiliki pembaca yang berbeda dengan skripsi. Skripsi umumnya dibaca oleh dosen pembimbing, penguji, dan pihak kampus. Artikel jurnal ditujukan kepada peneliti, akademisi, mahasiswa, serta pembaca lain yang memiliki ketertarikan terhadap bidang ilmu tertentu. Karena itu, artikel harus mampu menyampaikan inti penelitian secara cepat dan jelas.
Proses mengubah skripsi komunikasi menjadi jurnal sebaiknya dimulai dengan menentukan jurnal tujuan. Setiap jurnal memiliki ketentuan berbeda mengenai jumlah kata, struktur artikel, gaya sitasi, format tabel, dan sistematika penulisan. Dengan mengetahui ketentuan tersebut sejak awal, penulis dapat menyusun artikel sesuai kebutuhan jurnal.
Perbedaan Skripsi dan Artikel Jurnal
Skripsi dan artikel jurnal sama-sama berasal dari kegiatan penelitian, tetapi memiliki tujuan dan bentuk penyajian yang berbeda. Skripsi biasanya terdiri dari beberapa bab yang menjelaskan penelitian secara menyeluruh, termasuk latar belakang, rumusan masalah, landasan teori, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan lampiran.
Artikel jurnal lebih padat. Penulis harus memilih informasi yang paling relevan dengan fokus penelitian. Bagian yang terlalu panjang, pengulangan teori, dan penjelasan yang tidak berhubungan langsung dengan hasil penelitian perlu dikurangi.
Dalam skripsi, latar belakang dapat ditulis dalam beberapa halaman. Dalam artikel jurnal, latar belakang harus mampu menjelaskan masalah, konteks, kesenjangan penelitian, dan tujuan penelitian secara lebih singkat.
Begitu juga dengan teori. Tidak semua teori yang terdapat dalam skripsi harus dimasukkan ke artikel. Penulis cukup menggunakan teori yang benar-benar membantu menjelaskan masalah dan temuan penelitian.
Menentukan Jurnal Tujuan
Tahap pertama dalam mengubah skripsi menjadi artikel adalah menentukan jurnal yang sesuai. Pilih jurnal berdasarkan bidang penelitian, topik, dan ruang lingkup artikel.
Misalnya, skripsi membahas media sosial, komunikasi digital, komunikasi organisasi, public relations, komunikasi pemasaran, atau komunikasi massa. Cari jurnal yang memiliki fokus terhadap bidang tersebut.
Setelah menemukan jurnal yang sesuai, baca panduan penulis atau author guidelines. Perhatikan jumlah kata, format judul, struktur abstrak, jumlah kata kunci, gaya referensi, format tabel, dan ketentuan lainnya.
Jangan menunggu artikel selesai untuk mencari jurnal. Menentukan jurnal sejak awal dapat menghemat waktu karena penulis dapat menyesuaikan struktur artikel dengan template yang sudah tersedia.
Menentukan Fokus Artikel
Satu skripsi dapat menghasilkan beberapa kemungkinan artikel. Karena itu, penulis harus menentukan fokus yang paling menarik dan relevan untuk dikembangkan.
Jika skripsi membahas beberapa variabel atau beberapa aspek fenomena, pilih satu bagian yang memiliki temuan paling kuat. Jangan memasukkan semua hasil penelitian jika hal tersebut membuat artikel terlalu luas.
Fokus artikel harus terlihat dari judul, pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, hingga kesimpulan. Setiap bagian harus saling mendukung dan mengarah pada pertanyaan penelitian yang sama.
Fokus yang jelas juga membuat artikel lebih mudah dibaca. Pembaca tidak perlu memahami seluruh isi skripsi untuk mengetahui apa yang ingin disampaikan oleh penelitian.
Menyusun Ulang Judul
Judul skripsi biasanya dibuat cukup panjang untuk menunjukkan variabel, objek, lokasi, dan karakteristik penelitian. Ketika diubah menjadi jurnal, judul dapat dibuat lebih ringkas tanpa menghilangkan inti penelitian.
Judul artikel sebaiknya langsung menunjukkan fenomena yang diteliti. Hindari kata-kata yang tidak memberikan informasi penting.
Misalnya, judul skripsi mengenai pengaruh penggunaan Instagram terhadap perilaku komunikasi mahasiswa dapat disederhanakan menjadi judul yang langsung menampilkan hubungan antara penggunaan Instagram dan perilaku komunikasi mahasiswa.
Judul yang singkat dan spesifik juga membantu pembaca memahami topik penelitian dengan cepat.
Poin Penting dalam Mengubah Skripsi Menjadi Jurnal
- Tentukan jurnal tujuan sebelum menyusun artikel agar struktur dan format tulisan dapat disesuaikan sejak awal.
- Pilih satu fokus utama dari skripsi. Hindari memasukkan seluruh pembahasan jika membuat artikel menjadi terlalu luas.
- Ringkas latar belakang dan teori dengan hanya mempertahankan informasi yang berkaitan langsung dengan masalah penelitian.
- Tampilkan hasil penelitian yang paling relevan dengan rumusan masalah dan memiliki nilai untuk dibahas.
- Hubungkan hasil penelitian dengan teori dan penelitian terdahulu agar pembahasan tidak hanya berupa deskripsi.
- Sesuaikan sitasi dan daftar pustaka dengan gaya yang ditentukan jurnal tujuan.
- Periksa kembali format, bahasa, tabel, abstrak, dan seluruh komponen artikel sebelum melakukan submission.

Mengubah Latar Belakang Menjadi Pendahuluan
Bagian pendahuluan artikel jurnal harus dibuat lebih padat daripada latar belakang skripsi. Penulis perlu langsung mengarahkan pembaca pada masalah penelitian.
Paragraf awal dapat menjelaskan fenomena yang menjadi konteks penelitian. Setelah itu, jelaskan masalah atau kondisi yang membuat fenomena tersebut penting untuk diteliti.
Selanjutnya, masukkan penelitian terdahulu yang relevan. Penelitian terdahulu digunakan untuk menunjukkan perkembangan kajian sekaligus menemukan celah penelitian atau research gap.
Research gap menjadi salah satu bagian penting karena menunjukkan alasan penelitian dilakukan. Penulis dapat menjelaskan bahwa penelitian sebelumnya belum membahas aspek tertentu atau menggunakan objek yang berbeda.
Bagian akhir pendahuluan dapat digunakan untuk menyampaikan tujuan penelitian. Jika jurnal meminta kontribusi penelitian, bagian tersebut juga dapat dijelaskan secara singkat.
Meringkas Landasan Teori
Landasan teori dalam skripsi sering kali sangat panjang. Saat mengubah skripsi komunikasi menjadi jurnal, teori perlu diseleksi.
Pilih teori yang benar-benar digunakan dalam menganalisis hasil penelitian. Jika terdapat lima teori dalam skripsi tetapi hanya dua teori yang digunakan dalam pembahasan, tidak semua teori harus dimasukkan ke artikel.
Teori dapat dijelaskan melalui konsep utama yang berkaitan dengan penelitian. Hindari menyalin definisi panjang dari berbagai sumber.
Penelitian terdahulu juga dapat ditempatkan bersama pembahasan teori. Tujuannya adalah menunjukkan posisi penelitian dan memperkuat argumentasi akademik.
Menyederhanakan Metode Penelitian
Metode penelitian dalam artikel harus menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan. Namun, bagian ini tidak perlu ditulis sedetail bab metode dalam skripsi.
Informasi utama yang perlu dijelaskan meliputi pendekatan penelitian, jenis penelitian, objek atau subjek, teknik pengumpulan data, teknik pemilihan informan atau sampel, serta teknik analisis data.
Jika menggunakan metode kualitatif, jelaskan kriteria informan dan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, atau dokumentasi. Jika menggunakan metode kuantitatif, jelaskan populasi, sampel, instrumen, dan teknik analisis statistik.
Penjelasan metode harus cukup jelas agar pembaca memahami proses penelitian, tetapi tetap ringkas sesuai batas artikel jurnal.
Menyusun Hasil Penelitian
Hasil penelitian merupakan salah satu bagian utama dalam artikel jurnal. Data yang terdapat dalam skripsi perlu dipilih berdasarkan relevansinya dengan fokus artikel.
Jangan memasukkan semua tabel atau hasil perhitungan jika tidak diperlukan. Pilih data yang paling penting untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Untuk penelitian kualitatif, hasil dapat disusun berdasarkan tema atau kategori. Kutipan wawancara dapat digunakan sebagai bukti, tetapi pilih kutipan yang paling relevan.
Untuk penelitian kuantitatif, hasil dapat ditampilkan melalui tabel atau angka statistik yang diperlukan. Setelah menampilkan hasil, penulis dapat memberikan penjelasan singkat mengenai temuan tersebut.
Memperkuat Pembahasan
Pembahasan merupakan bagian yang membedakan artikel ilmiah dari sekadar laporan hasil penelitian. Pada bagian ini, penulis harus menjelaskan arti dari temuan penelitian.
Hasil penelitian perlu dikaitkan dengan teori yang digunakan. Penulis juga dapat membandingkan hasil penelitian dengan penelitian terdahulu.
Misalnya, penelitian menemukan adanya pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku komunikasi mahasiswa. Penulis perlu menjelaskan mengapa hubungan tersebut terjadi dan bagaimana hasil tersebut dapat dipahami berdasarkan teori.
Jika hasil penelitian berbeda dengan penelitian terdahulu, perbedaan tersebut juga dapat dibahas. Penulis dapat menjelaskan kemungkinan penyebabnya berdasarkan karakteristik objek, responden, lokasi, metode, atau konteks penelitian.
Pembahasan yang baik menunjukkan kontribusi penelitian. Pembaca harus dapat mengetahui apa yang ditambahkan oleh penelitian tersebut terhadap kajian ilmu komunikasi.
Menyusun Kesimpulan
Kesimpulan harus menjawab tujuan penelitian secara langsung. Jangan membuat kesimpulan terlalu panjang atau mengulang seluruh isi pembahasan.
Tuliskan temuan utama penelitian secara ringkas. Jika terdapat beberapa hasil penting, susun sesuai urutan masalah penelitian.
Penulis juga dapat mencantumkan implikasi penelitian apabila sesuai dengan ketentuan jurnal. Implikasi dapat berkaitan dengan teori maupun praktik komunikasi.
Hindari memasukkan data atau argumen baru yang belum dibahas pada bagian hasil dan pembahasan.
Menyesuaikan Bahasa Artikel
Bahasa artikel jurnal harus ringkas, jelas, dan akademik. Hindari pengulangan kalimat yang sebenarnya memiliki makna sama.
Skripsi sering kali memiliki kalimat yang panjang karena penjelasan diberikan secara bertahap. Dalam artikel jurnal, kalimat dapat disederhanakan agar informasi lebih cepat dipahami.
Setiap paragraf sebaiknya memiliki satu gagasan utama. Gunakan transisi yang jelas antara satu paragraf dengan paragraf berikutnya agar alur pembahasan tetap mudah diikuti.
Istilah penelitian juga harus konsisten. Jika menggunakan istilah “media sosial”, gunakan istilah tersebut secara konsisten di seluruh artikel.
Memeriksa Sitasi dan Daftar Pustaka
Referensi menjadi bagian penting dalam artikel jurnal. Semua teori, konsep, atau hasil penelitian terdahulu yang berasal dari sumber lain harus diberikan sitasi sesuai aturan akademik.
Ketika skripsi komunikasi menjadi jurnal, periksa kembali daftar pustaka. Hapus referensi yang tidak digunakan dalam artikel dan pastikan setiap sumber yang dikutip tercantum dalam daftar pustaka.
Gunakan sumber yang relevan dan berkualitas. Artikel jurnal ilmiah, buku akademik, serta sumber penelitian yang terpercaya dapat menjadi referensi utama.
Gaya sitasi harus mengikuti pedoman jurnal. Jika jurnal menggunakan APA, seluruh sitasi dan daftar pustaka harus disesuaikan dengan format tersebut.
Menghindari Plagiarisme
Mengubah skripsi menjadi artikel tidak berarti menyalin seluruh isi skripsi. Penulis harus menyusun ulang tulisan agar sesuai dengan struktur artikel jurnal.
Jika terdapat bagian yang diambil dari sumber lain, tetap berikan sitasi. Parafrase tidak menghilangkan kewajiban untuk mencantumkan sumber.
Penulis juga perlu memperhatikan kebijakan jurnal mengenai skripsi yang sudah tersedia di repositori kampus. Setiap jurnal dapat memiliki kebijakan berbeda mengenai publikasi artikel yang berasal dari penelitian sebelumnya.
Pemeriksaan kemiripan tulisan dapat dilakukan sebelum submission. Tujuannya bukan sekadar mengejar angka kemiripan rendah, tetapi memastikan artikel ditulis secara orisinal dan seluruh sumber telah dicantumkan dengan benar.
Menulis Abstrak
Abstrak biasanya ditulis setelah keseluruhan artikel selesai. Dengan cara ini, penulis sudah mengetahui inti penelitian yang perlu dirangkum.
Abstrak umumnya memuat latar belakang singkat, tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan. Setiap bagian harus ditulis secara padat.
Hindari memasukkan pembahasan teori yang terlalu panjang. Abstrak harus memberikan gambaran mengenai penelitian tanpa membuat pembaca harus membaca seluruh artikel terlebih dahulu.
Kata kunci juga harus dipilih berdasarkan istilah yang paling mewakili topik penelitian. Gunakan kata kunci yang relevan dengan bidang ilmu komunikasi dan isi artikel.
Melakukan Editing Sebelum Publikasi
Setelah artikel selesai, lakukan pemeriksaan menyeluruh. Periksa kembali judul, abstrak, pendahuluan, teori, metode, hasil, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka.
Pastikan setiap bagian memiliki hubungan yang jelas. Rumusan masalah harus dijawab melalui hasil dan pembahasan, sedangkan kesimpulan harus sesuai dengan temuan penelitian.
Periksa juga ejaan, tanda baca, tabel, gambar, dan format sesuai template jurnal. Kesalahan teknis sederhana dapat membuat artikel harus diperbaiki sebelum masuk ke tahap review.
Jika memungkinkan, mintalah dosen pembimbing atau rekan akademik untuk membaca artikel sebelum dikirim. Masukan dari pembaca lain dapat membantu menemukan bagian yang masih kurang jelas.
Proses Submission ke Jurnal
Setelah artikel selesai dan sesuai dengan pedoman jurnal, tahap berikutnya adalah submission. Penulis perlu membuat akun pada sistem jurnal jika diperlukan dan mengunggah artikel sesuai prosedur.
Beberapa jurnal meminta dokumen tambahan seperti pernyataan orisinalitas, biodata penulis, atau file pendukung lainnya. Ikuti seluruh instruksi yang diberikan oleh jurnal.
Setelah artikel dikirim, naskah biasanya melalui tahap pemeriksaan awal sebelum masuk ke proses review. Penulis mungkin mendapatkan permintaan revisi dari editor atau reviewer.
Revisi merupakan bagian normal dalam proses publikasi ilmiah. Baca setiap komentar dengan teliti dan berikan perbaikan berdasarkan masukan yang relevan. Jika terdapat komentar yang tidak dapat diterapkan, penulis dapat memberikan alasan secara akademik.
Kesimpulan
Mengubah skripsi komunikasi menjadi jurnal membutuhkan proses penyederhanaan dan penyusunan ulang. Skripsi memiliki penjelasan yang lebih lengkap, sedangkan artikel jurnal harus lebih fokus pada masalah, metode, hasil, pembahasan, dan kontribusi penelitian.
Langkah pertama adalah menentukan jurnal tujuan dan membaca pedoman penulis. Setelah itu, pilih fokus utama dari skripsi agar artikel tidak terlalu luas. Pendahuluan perlu diringkas, teori diseleksi, metode dibuat padat, dan hasil penelitian dipilih berdasarkan relevansinya.
Bagian pembahasan harus mendapatkan perhatian khusus karena menjadi tempat untuk menginterpretasikan temuan, menghubungkannya dengan teori, serta membandingkannya dengan penelitian terdahulu. Dari bagian inilah kontribusi penelitian dapat terlihat dengan lebih jelas.
Dalam proses skripsi komunikasi menjadi jurnal, penulis juga perlu memperhatikan gaya bahasa, sitasi, daftar pustaka, orisinalitas, dan format jurnal. Jangan langsung melakukan submission sebelum artikel diperiksa secara menyeluruh.
Dengan mengikuti tahapan tersebut, skripsi dapat dikembangkan menjadi artikel jurnal yang lebih ringkas, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan publikasi ilmiah. Hasil penelitian yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari tugas akhir dapat memiliki jangkauan pembaca yang lebih luas dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan kajian ilmu komunikasi.
Related posts:
- Referensi Judul Skripsi Tentang Sistem Informasi Akuntansi Kuantitatif Terbaru Akademia.co.id – Dalam era teknologi informasi yang terus berkembang pesat,...
- Daftar Contoh Judul Skripsi Pertanian Kuantitatif 2023 Akademia.co.id – Langkah dalam perjalanan akademis diwarnai oleh pentingnya penulisan...
- Tips Cepat dan Efektif untuk Revisi Skripsi yang Berkualitas Revisi skripsi merupakan tahapan penting dalam menyelesaikan perjalanan akademis. Meskipun...
- Jasa Tesis Kabupaten Sinjai Dalam dunia akademis yang semakin kompetitif, penulisan tesis yang berkualitas...
- Jasa Skripsi Kabupaten Pinrang Dalam upaya mencapai kesuksesan akademis, penulisan skripsi yang berkualitas menjadi...