Cara Menangani Gap yang Terjadi dalam Penelitian

Research gap atau kesenjangan penelitian adalah celah pengetahuan yang muncul karena penelitian sebelumnya belum membahas suatu aspek secara tuntas. Kesenjangan ini bisa muncul dari perbedaan hasil penelitian, keterbatasan metode, perbedaan objek atau lokasi, hingga perubahan konteks sosial dan waktu.

Menurut John W. Creswell, research gap penting karena menjadi dasar argumen mengapa sebuah penelitian perlu dilakukan. Tanpa gap yang jelas, penelitian berisiko hanya mengulang studi lama tanpa kontribusi baru. Sementara itu, Ridley menjelaskan bahwa menemukan dan menangani research gap dengan tepat akan membantu peneliti membangun posisi akademik yang kuat dan relevan.

cara menangani gap

Menangani gap penelitian bukan berarti harus menemukan masalah yang “belum pernah diteliti sama sekali”, tetapi bisa juga dengan:

  • Mengembangkan variabel yang belum dikaji
  • Menggunakan metode berbeda
  • Menguji teori lama pada konteks baru
  • Memperdalam hasil penelitian sebelumnya
  • Dengan kata lain, research gap adalah peluang, bukan hambatan.

Contoh Kasus Gap Penelitian

Misalnya, terdapat banyak penelitian yang membahas pengaruh metode pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa SMA. Namun, sebagian besar penelitian tersebut:

  • Menggunakan metode kuantitatif
  • Berfokus pada sekolah di perkotaan
  • Tidak membahas pengalaman subjektif siswa
  • Dari kondisi ini, muncul research gap berupa:
  • Kurangnya penelitian kualitatif
  • Minimnya kajian pada sekolah di daerah rural
  • Belum tergalinya perspektif siswa secara mendalam

Peneliti dapat menangani gap tersebut dengan melakukan penelitian kualitatif yang mengeksplorasi pengalaman belajar siswa di sekolah pedesaan. Meskipun topiknya serupa, pendekatan dan fokusnya berbeda, sehingga tetap memiliki kebaruan.

akademia

Tips Menangani Research Gap

Agar research gap dapat ditangani secara tepat, berikut beberapa strategi yang disarankan para ahli:

  1. Lakukan kajian pustaka secara kritis
    Menurut Booth, Colomb, & Williams, membaca jurnal bukan hanya untuk merangkum, tetapi untuk menemukan keterbatasan penelitian sebelumnya.

  2. Identifikasi pola dan perbedaan hasil penelitian
    Perbedaan temuan antarpenelitian sering kali menjadi sumber research gap yang kuat.

  3. Perhatikan konteks waktu dan lokasi
    Penelitian lama mungkin sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini, sehingga membuka peluang penelitian baru.

  4. Sesuaikan dengan kapasitas penelitian
    Gap yang dipilih harus realistis, sesuai dengan waktu, data, dan kemampuan peneliti, terutama untuk skripsi S1.

  5. Kaitkan gap dengan kontribusi penelitian
    Seperti dijelaskan Babbie, penelitian yang baik selalu menjawab pertanyaan: apa kontribusi ilmiahnya?

Langkah Praktis Menangani Gap Penelitian

Agar tidak bingung saat menghadapi research gap, berikut langkah praktis yang bisa langsung diterapkan untuk mempermudah Anda dalam memperbaiki gap yang terjadi.

cara menangani gap

Kesimpulan

Menangani gap dalam penelitian adalah keterampilan akademik yang dapat dilatih. Para ahli sepakat bahwa research gap yang jelas akan memperkuat urgensi, kebaruan, dan kontribusi penelitian. Dengan memahami jenis gap, menggunakan strategi yang tepat, dan menerapkannya secara sistematis, peneliti—termasuk mahasiswa—dapat menghasilkan penelitian yang lebih berkualitas dan mudah diterima secara akademik.

Namun, jika Anda memiliki permasalahan serius mengenai gap penelitian dalam skripsi Anda, Akademia bisa membantu untuk menyelesaikan step by step skripsi yang terasa menyulitkan. Konsultasikan semua permasalahan skripsi Anda sekarang di Akademia!

SOP Usaha Service Drone

Open chat
Halo, apa yang bisa kami bantu?