50+ Contoh Rumusan Masalah Berbagai Bidang

Merumuskan masalah penelitian sering menjadi tahap paling menantang bagi mahasiswa maupun peneliti pemula. Banyak yang sudah memiliki topik menarik, tetapi kesulitan mengubahnya menjadi rumusan masalah yang tajam, terukur, dan sesuai kaidah ilmiah. Padahal, rumusan masalah adalah fondasi utama penelitian—jika keliru, seluruh penelitian bisa kehilangan arah.

Artikel ini menyajikan 50+ contoh rumusan masalah dari berbagai bidang ilmu yang disusun secara sistematis, mudah dipahami, dan dapat langsung dijadikan referensi dalam menyusun skripsi, tesis, maupun artikel ilmiah.

Baca juga: Tips Mendapatkan Hibah Penelitian secara Kompetitif

Apa Itu Rumusan Masalah Penelitian?

Rumusan masalah penelitian adalah inti dari sebuah penelitian ilmiah. Rumusan masalah berupa pertanyaan penelitian yang disusun secara sistematis untuk mengarahkan seluruh proses penelitian agar tetap fokus, terarah, dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dengan adanya rumusan masalah, peneliti memiliki pedoman yang jelas tentang apa yang diteliti, mengapa diteliti, dan bagaimana penelitian akan dilakukan.

Menurut Sugiyono, rumusan masalah berfungsi sebagai batasan penelitian sekaligus pemandu peneliti dalam menentukan variabel, memilih metode, mengumpulkan data, hingga melakukan analisis. Rumusan masalah membantu peneliti agar tidak keluar dari topik dan ruang lingkup yang telah ditetapkan, sehingga penelitian menjadi lebih terkontrol dan sistematis.

Sementara itu, John W. Creswell menegaskan bahwa rumusan masalah yang baik harus selaras dengan pendekatan penelitian yang digunakan, baik kualitatif, kuantitatif, maupun mix method. Dalam penelitian kualitatif, rumusan masalah biasanya menekankan pada makna, proses, dan pengalaman subjek penelitian. Sebaliknya, dalam penelitian kuantitatif, rumusan masalah lebih berfokus pada hubungan, pengaruh, atau perbedaan antarvariabel yang dapat diukur secara statistik.

Secara praktis, rumusan masalah menjadi titik awal dalam penyusunan tujuan penelitian, kerangka teori, dan instrumen penelitian. Tujuan penelitian pada dasarnya merupakan jawaban dari rumusan masalah, sedangkan metode penelitian dipilih untuk menjawab pertanyaan tersebut secara ilmiah. Oleh karena itu, kesalahan dalam merumuskan masalah dapat berdampak langsung pada ketidaktepatan metode, analisis data, hingga kesimpulan penelitian.

Dengan demikian, rumusan masalah bukan sekadar formalitas dalam penulisan skripsi atau tesis, melainkan fondasi utama yang menentukan kualitas dan arah penelitian. Rumusan masalah yang jelas, spesifik, dan relevan akan membantu peneliti menghasilkan penelitian yang lebih terarah, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Ciri Rumusan Masalah yang Baik

Agar penelitian berjalan secara efektif dan terarah, rumusan masalah harus disusun dengan cermat dan memenuhi beberapa ciri penting berikut.

1. Berasal dari Latar Belakang dan Research Gap

Rumusan masalah yang baik tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari latar belakang penelitian yang kuat. Masalah penelitian harus merupakan hasil analisis terhadap fenomena, data, dan temuan penelitian terdahulu. Adanya research gap—baik berupa keterbatasan metode, perbedaan hasil penelitian, maupun konteks yang belum dikaji—menjadi dasar logis mengapa rumusan masalah tersebut perlu diteliti. Dengan demikian, rumusan masalah memiliki urgensi dan nilai ilmiah yang jelas.

2. Ditulis dalam Bentuk Pertanyaan

Rumusan masalah sebaiknya disajikan dalam bentuk pertanyaan penelitian. Bentuk pertanyaan membantu peneliti menentukan arah penelitian serta memudahkan dalam merumuskan tujuan penelitian. Pertanyaan penelitian juga membuat fokus kajian menjadi lebih jelas dan terarah, sehingga peneliti mengetahui secara pasti apa yang ingin dijawab melalui penelitian yang dilakukan.

3. Jelas, Spesifik, dan Dapat Diteliti

Rumusan masalah harus ditulis dengan bahasa yang jelas dan tidak menimbulkan makna ganda. Masalah yang terlalu umum atau ambigu akan menyulitkan peneliti dalam menentukan metode, teknik pengumpulan data, dan analisis. Selain itu, rumusan masalah harus dapat diteliti secara ilmiah, artinya dapat dijawab melalui data empiris, baik kualitatif maupun kuantitatif, bukan bersifat normatif atau opini semata.

4. Sesuai dengan Pendekatan Penelitian

Rumusan masalah yang baik harus disesuaikan dengan pendekatan penelitian yang digunakan.

  • Dalam penelitian kualitatif, rumusan masalah biasanya menekankan pada makna, proses, dan pengalaman subjek penelitian.

  • Dalam penelitian kuantitatif, rumusan masalah fokus pada hubungan, pengaruh, atau perbedaan antarvariabel yang dapat diukur.

  • Pada penelitian mix method, rumusan masalah menggabungkan pertanyaan kuantitatif dan kualitatif secara terintegrasi.

Kesesuaian ini penting agar metode penelitian benar-benar mampu menjawab pertanyaan yang dirumuskan.

5. Konsisten dengan Tujuan dan Metode Penelitian

Rumusan masalah harus memiliki keterkaitan yang kuat dengan tujuan dan metode penelitian. Tujuan penelitian pada dasarnya merupakan jawaban dari rumusan masalah, sedangkan metode penelitian adalah cara untuk menjawabnya. Jika rumusan masalah tidak selaras dengan tujuan dan metode, penelitian akan kehilangan konsistensi dan sulit dipertanggungjawabkan secara akademik.

Dengan memperhatikan ciri-ciri tersebut, rumusan masalah tidak hanya menjadi bagian formal dalam penulisan penelitian, tetapi benar-benar berfungsi sebagai fondasi yang mengarahkan seluruh proses penelitian secara sistematis dan ilmiah.

akademia

Contoh Rumusan Masalah Berbagai Bidang

Contoh Rumusan Masalah Bidang Pendidikan

  1. Bagaimana pengaruh metode pembelajaran berbasis proyek terhadap hasil belajar siswa?

  2. Seberapa besar hubungan motivasi belajar dengan prestasi akademik siswa SMA?

  3. Bagaimana pengalaman guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka?

  4. Apakah penggunaan media digital meningkatkan minat belajar siswa?

  5. Bagaimana strategi sekolah dalam meningkatkan literasi membaca siswa?

Contoh Rumusan Masalah Bidang Ilmu Sosial

  1. Bagaimana bentuk interaksi sosial masyarakat di era digital?

  2. Bagaimana persepsi masyarakat terhadap program bantuan sosial pemerintah?

  3. Faktor apa saja yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial?

  4. Bagaimana dampak urbanisasi terhadap pola kehidupan masyarakat desa?

  5. Bagaimana peran komunitas lokal dalam menjaga kohesi sosial?

Contoh Rumusan Masalah Bidang Ekonomi

  1. Apakah tingkat pendapatan berpengaruh terhadap perilaku konsumsi masyarakat?

  2. Seberapa besar pengaruh literasi keuangan terhadap keputusan investasi mahasiswa?

  3. Bagaimana dampak inflasi terhadap daya beli rumah tangga?

  4. Apakah UMKM berbasis digital lebih tahan terhadap krisis ekonomi?

  5. Faktor apa yang memengaruhi minat berwirausaha generasi muda?

Contoh Rumusan Masalah Bidang Manajemen dan Bisnis

  1. Bagaimana pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan?

  2. Seberapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap loyalitas karyawan?

  3. Bagaimana strategi pemasaran digital meningkatkan penjualan produk lokal?

  4. Apakah kepuasan pelanggan memengaruhi loyalitas merek?

  5. Faktor apa yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen online?

Contoh Rumusan Masalah Bidang Kesehatan

  1. Apakah terdapat hubungan antara pola makan dan tingkat kebugaran remaja?

  2. Seberapa besar pengaruh aktivitas fisik terhadap tekanan darah lansia?

  3. Bagaimana persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan rumah sakit?

  4. Faktor apa yang memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan?

  5. Bagaimana peran edukasi kesehatan dalam pencegahan penyakit tidak menular?

Contoh Rumusan Masalah Bidang Psikologi

  1. Apakah stres akademik berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa?

  2. Seberapa besar hubungan self-esteem dengan kepercayaan diri remaja?

  3. Bagaimana mekanisme coping mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik?

  4. Faktor psikologis apa yang memengaruhi kecanduan media sosial?

  5. Bagaimana peran dukungan sosial terhadap kesehatan mental mahasiswa?

Contoh Rumusan Masalah Bidang Komunikasi

  1. Bagaimana pengaruh media sosial terhadap pembentukan opini publik?

  2. Seberapa besar pengaruh konten digital terhadap minat beli konsumen?

  3. Bagaimana strategi komunikasi krisis yang dilakukan organisasi?

  4. Bagaimana persepsi audiens terhadap iklan berbasis influencer?

  5. Faktor apa yang memengaruhi efektivitas komunikasi pemasaran digital?

Contoh Rumusan Masalah Bidang Hukum

  1. Bagaimana efektivitas penerapan sanksi hukum terhadap pelanggaran lalu lintas?

  2. Faktor apa yang menghambat penegakan hukum di daerah tertentu?

  3. Bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen dalam transaksi online?

  4. Apakah regulasi perlindungan data pribadi telah diterapkan secara optimal?

  5. Bagaimana peran aparat penegak hukum dalam mencegah tindak pidana korupsi?

Contoh Rumusan Masalah Bidang Budaya dan Humaniora

  1. Bagaimana makna tradisi lokal bagi generasi muda?

  2. Bagaimana proses pelestarian budaya daerah di tengah globalisasi?

  3. Faktor apa yang menyebabkan pergeseran nilai budaya masyarakat?

  4. Bagaimana representasi budaya lokal dalam media digital?

  5. Bagaimana peran seni tradisional dalam membangun identitas budaya?

Contoh Rumusan Masalah Penelitian Mix Method

  1. Seberapa besar pengaruh pembelajaran digital terhadap hasil belajar siswa, dan bagaimana pengalaman siswa menggunakannya?

  2. Apakah pelatihan kewirausahaan berpengaruh terhadap minat usaha mahasiswa, dan bagaimana persepsi mereka terhadap program tersebut?

  3. Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, dan bagaimana pengalaman karyawan bekerja di bawah pimpinan tersebut?

  4. Apakah penggunaan media sosial meningkatkan partisipasi politik pemuda, dan bagaimana pandangan mereka terhadap konten politik digital?

  5. Seberapa besar pengaruh layanan online terhadap kepuasan pelanggan, dan bagaimana pengalaman pelanggan menggunakan layanan tersebut?

Kesalahan Umum dalam Menyusun Rumusan Masalah

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Rumusan masalah terlalu umum

  • Tidak sesuai dengan latar belakang penelitian

  • Tidak dapat diteliti secara empiris

  • Tidak konsisten dengan tujuan dan metode penelitian

Baca juga: Cara Melihat IPK UT dengan Mudah dan Resmi Melalui Sistem Akademik

Penutup

Rumusan masalah bukan sekadar formalitas, tetapi penentu kualitas penelitian. Dengan melihat berbagai contoh rumusan masalah dari beragam bidang ilmu, peneliti diharapkan mampu memahami pola penyusunan yang benar dan aplikatif.

Gunakan contoh-contoh di atas sebagai referensi, lalu sesuaikan dengan konteks, data, dan research gap penelitian Anda. Dengan rumusan masalah yang tepat, penelitian akan berjalan lebih terarah, sistematis, dan bernilai ilmiah tinggi.

Namun, jika Anda memiliki permasalahan serius maupun keterbatasan dalam mengerjakan latar belakang skripsi, Akademia bisa membantu Anda untuk menyelesaikan step by step skripsi yang terasa menyulitkan. Konsultasikan semua permasalahan skripsi Anda sekarang di Akademia!

SOP Usaha Service Drone

Open chat
Halo, apa yang bisa kami bantu?