Angket penelitian merupakan kumpulan pertanyaan tertulis mengenai suatu masalah tertentu dan disertai ruang untuk jawaban pada tiap pertanyaan. Angket memiliki kesamaan dengan kuesioner, yaitu alat penelitian atau survei yang berisi serangkaian pertanyaan tertulis yang dirancang untuk memperoleh jawaban dari sekelompok responden tertentu, baik melalui wawancara langsung maupun metode lain, sehingga bisa juga disebut daftar pertanyaan.
Langkah-langkah Membuat Angket Penelitian
Angket penelitian perlu disusun sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh responden serta mampu menghasilkan data yang relevan bagi peneliti. Semua tahapan tersebut merupakan bagian penting dari langkah-langkah dalam membuat angket penelitian.Oleh karena itu, penyusunan angket harus dilakukan dengan cermat dan tepat. Adapun langkah-langkah membuat angket penelitian adalah sebagai berikut:
Angket penelitian perlu disusun sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh responden serta mampu menghasilkan data yang relevan bagi peneliti. Oleh karena itu, penyusunan angket harus dilakukan dengan cermat dan tepat. Adapun langkah-langkah dalam membuat angket penelitian adalah sebagai berikut:
- Menentukan Tujuan Angket Penelitian
Langkah awal dalam penyusunan angket penelitian adalah menentukan tujuannya. Peneliti harus memahami bahwa tujuan utama angket adalah untuk memperoleh data dan informasi penting dari responden yang akan digunakan sebagai dasar dalam proses penelitian.
- Menyusun Daftar Pertanyaan
Setelah menentukan tujuan, peneliti dapat mulai membuat daftar pertanyaan yang akan dimasukkan ke dalam angket. Sebaiknya diawali dengan penyusunan kisi-kisi yang berisi indikator serta jumlah pertanyaan.
- Menentukan Jenis Angket Penelitian
Langkah selanjutnya adalah memilih jenis angket yang akan digunakan. Jenis angket dapat disesuaikan dengan kebutuhan penelitian dan karakteristik responden. Peneliti dapat menggunakan angket terbuka, tertutup, atau kombinasi dari keduanya, tergantung pada jenis data yang ingin diperoleh.
- Menyusun Angket Penelitian Secara Terstruktur
Angket harus disusun secara sistematis dan berurutan, dimulai dari bagian identitas responden hingga daftar pertanyaan. Penyusunan yang terstruktur membantu responden memahami alur pertanyaan dengan mudah serta memastikan keterkaitan antara pertanyaan.
- Melakukan Uji Coba Angket Penelitian
Tahap terakhir adalah melakukan uji coba terhadap angket yang telah disusun. Uji coba ini bertujuan untuk menilai sejauh mana pertanyaan dalam angket sudah jelas, relevan, dan mudah dipahami. Melalui proses ini, peneliti dapat melakukan perbaikan jika ditemukan kekurangan sebelum angket digunakan dalam penelitian sebenarnya.

Jenis Angket Penelitian
Terdapat beberapa jenis angket penelitian yang dapat digunakan oleh peneliti sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pengumpulan data. Dengan memahami berbagai jenis angket penelitian tersebut, peneliti dapat menentukan bentuk angket yang paling sesuai agar data yang diperoleh akurat, relevan, dan sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. Berikut penjelasan masing-masing jenisnya:
- Angket penelitian terbuka (open questionnaire)
Jenis angket penelitian ini memberikan kebebasan kepada responden untuk menuliskan jawabannya secara leluasa. Dalam angket terbuka, tidak disediakan pilihan jawaban tertentu, sehingga responden dapat mengungkapkan pendapat, pengalaman, atau pandangannya secara mendalam sesuai dengan pemahamannya sendiri.
- Angket penelitian tertutup (closed questionnaire)
Angket tertutup telah menyediakan sejumlah pilihan jawaban yang dapat dipilih oleh responden. Biasanya, bentuk jawaban berupa “Ya” atau “Tidak”, skala penilaian, maupun pilihan ganda yang bersifat objektif.
- Kombinasi angket penelitian terbuka dan tertutup
Jenis angket penelitian ini merupakan perpaduan antara bentuk terbuka dan tertutup. Di dalamnya terdapat beberapa pertanyaan yang memberikan kebebasan kepada responden untuk menjawab secara bebas, serta pertanyaan lain yang sudah disertai alternatif jawaban
- Angket penelitian langsung
Angket langsung berisi pertanyaan yang berkaitan langsung dengan diri responden, seperti identitas pribadi, pekerjaan, usia, atau pengalaman yang relevan dengan topik penelitian.
- Angket penelitian tidak langsung
Angket tidak langsung berisi pertanyaan mengenai orang lain, tetapi dijawab oleh responden yang dianggap mengetahui informasi tersebut.
Kelemahan Angket Penelitian
Setiap metode pengumpulan data memiliki kekurangannya masing-masing, begitu pula dengan angket penelitian. Meskipun angket sering digunakan karena efisien, metode ini memiliki sejumlah kendala yang dapat mempengaruhi keakuratan hasil penelitian. Salah satu kelemahan angket penelitian yang utama adalah keterbatasan responden, karena angket hanya bisa dijawab oleh individu yang mampu membaca dan menulis. Hal ini membuat kelompok yang memiliki keterbatasan literasi sulit dilibatkan dalam penelitian berbasis angket.
Selain itu, kelemahan angket penelitian juga terletak pada potensi munculnya jawaban yang tidak jujur atau tidak teliti. Beberapa responden mungkin memberikan jawaban asal-asalan, tidak membaca pertanyaan dengan cermat, atau menjawab sesuai dengan harapan peneliti, bukan berdasarkan kondisi sebenarnya. Pada jenis angket tertutup, informasi yang diperoleh juga cenderung terbatas karena responden hanya dapat memilih dari opsi yang tersedia tanpa menjelaskan alasan atau perasaan mereka secara lebih mendalam.
Kesimpulan
Angket penelitian merupakan salah satu instrumen penting dalam proses pengumpulan data yang berfungsi untuk memperoleh informasi dari responden melalui serangkaian pertanyaan tertulis. Agar hasil penelitian valid dan relevan, penyusunan angket harus dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan, mulai dari menentukan tujuan, menyusun pertanyaan, memilih jenis angket yang tepat, hingga melakukan uji coba.
Pemilihan jenis angket penelitian juga berperan penting dalam menentukan kualitas data yang diperoleh, karena setiap jenis angket penelitian memiliki kelebihan dan karakteristik tersendiri. Namun, peneliti juga perlu menyadari adanya kelemahan angket penelitian, seperti potensi jawaban yang tidak jujur.