
Cara menyusun abstrak merupakan keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh setiap peneliti, perguruan tinggi, maupun pada penelitian profesional. Proses penyusunan yang baik berfungsi sebagai ringkasan tujuan utama, metodologi, hasil, dan kesimpulan penelitian secara jelas dan koheren. Pembaca tidak perlu membaca seluruh laporan untuk memahami isi penelitian. Abstrak harus dapat menyajikan informasi dengan tepat dan menjaga ketelitian konsep.
Setelah memahami Ciri-Ciri Penelitian Bermasalah yang Perlu Diwaspadai pada artikel sebelumnya, kini saatnya mempelajari bagaimana cara menyusun abstrak dengan baik. Artikel ini memberikan penjelasan mengenai unsur-unsur inti yang wajib disertakan dalam abstrak, bagaimana menentukan poin penting, serta bagaimana membangun struktur singkat yang tetap akademis dan sesuai standar penulisan ilmiah.
Ringkas Isi
Dalam membuat abstrak, peneliti harus memastikan bahwa karya tersebut mencerminkan inti penelitian. Ringkasan ini mencakup permasalahan, tujuan, metode, hasil analisis, dan kesimpulan utama. Peneliti perlu menyajikan isi dengan fakta dan jelas. Meringkas hasil utama membantu pembaca memahami temuan. Terakhir, mengartikulasikan implikasi dari temuan mendukung relevansi penelitian di bidangnya.
Peneliti harus memilih kata yang padat, formal, dan relevan. Kalimat harus dirancang agar tidak ambigu dan tidak mengandung interpretasi subjektif. Dengan demikian, ringkas isi tetap informatif dan memenuhi standar akademik. Dengan mengikuti panduan ini, peneliti dapat membuat abstrak yang tidak hanya menginformasikan tetapi juga menarik minat calon pembaca, sehingga meningkatkan visibilitas dan dampak penelitian mereka.
Poin Penting
Dalam menyusun abstrak, ada beberapa poin penting harus dipertimbangkan untuk memastikan kejelasan dan efektivitas. Abstrak berfungsi sebagai ringkasan singkat dari keseluruhan karya, memberikan wawasan kunci kepada pembaca tentang isi dan signifikansi penelitian. Poin penting tersebut umumnya mencakup: (1) latar belakang singkat, (2) tujuan penelitian, (3) metode yang digunakan, (4) hasil utama, dan (5) kesimpulan. Menentukan poin penting berarti memilih informasi yang benar-benar merepresentasikan esensi penelitian tanpa menambahkan detail teknis atau penjelasan panjang.
Dengan berfokus pada poin-poin penting tersebut, seseorang dapat menciptakan abstrak yang tidak hanya menarik perhatian calon pembaca tetapi juga memberikan gambaran umum yang jelas tentang kontribusi penelitian terhadap bidang yang dipilih. Perhatian yang tepat terhadap detail dalam proses penulisan abstrak dapat secara signifikan meningkatkan aksesibilitas dan dampak penelitian yang disajikan.
Struktur Singkat
Selain memperhatikan ringkas isi dan poin penting, abstrak harus disusun dengan struktur singkat yang sistematis. Struktur pada abstrak umumnya terdiri dari satu paragraf tunggal yang memiliki panjang antara 150 hingga 250 kata, tergantung pada ketentuan dari institusi atau jurnal akademik. Rangkaian umumnya mengikuti urutan yang logis: masalah → tujuan → metode → hasil → kesimpulan. Format ringkas ini memastikan bahwa pembaca dapat dengan cepat memahami informasi utama tanpa kehilangan alur pemikiran dari peneliti.
Penggunaan bahasa akademis yang formal juga menjadi elemen penting dari struktur yang baik. Para peneliti disarankan untuk menghindari penggunaan istilah yang emosional, pandangan pribadi, atau klaim yang belum terbukti. Kalimat harus bersifat ilmiah, tidak menunjukkan subjek, dan didasarkan pada bukti data.
Baca juga: Studi Literatur sebagai Dasar Penyusunan Penelitian
Kesimpulan
Cara menyusun abstrak yang baik memerlukan kemampuan untuk menyajikan ringkas isi, mengidentifikasi poin penting, serta menyusun informasi dalam struktur singkat yang sistematis dan formal. Abstrak yang ditulis dengan benar akan membantu pembaca memahami inti penelitian secara cepat, meningkatkan kualitas naskah ilmiah, serta memperkuat kredibilitas peneliti dalam konteks akademik.